Senin, 29 April 2013

Perkembangan Permainan Bola Tangan di Dunia

Sampai saat pecahnya perang dunia ke II, saat itu hanya dikenal satu bentuk permainan bola tangan, yang dimainkan oleh 11 pemain pada setiap regunya serta dimainkan di lapangan terbuka (outdoor) atau dilapangan sepak bola. Namun setelah perang dunia II berakhir, terjadi perubahan yang radikal mengenai permainan bola tangan. Di Eropa Utara, permainan bola tangan muncul kembali dalam bentuk yang baru dan langsung menjadi popular yaitu indoor handball (permainan bola tangan yang dimainkan dalam ruangan). Jumlah pemain dari setiap regu masing-masing 7 pemain ditambah sejumlah cadangan.

Sampai tahun 1952, field handball (bola tangan 11 pemain) lebih banyak di gemari, sedangkan indoor handball (bola tangan 7 pemain) hanya dimainkan di Negara-negara Scandinavia. Akan tetapi, dari sejak itu, Indoor Handball mengalami kemajuan yang pesat dalam perkembangannya dan akhirnya menjadi suatu bentuk permainan yang lebih banyak dimainkan di seluruh dunia. Sedangkan bola tangan 11 pemain, walau sampe saat ini masih tetap dimainkan, tetapi hanya di Eropa tengah (namun bola tangan 7 pemain juga dimainkan). Di lain tempat terkecuali di Amerika Utara, permainan bola tangan 11 pemain tidak mengalami perkembangan.

Permainan bola tangan 7 pemain berkembang dengan pesat dan bertambah popular, karena pola pemainnya sangat menarik. Permainan berlangsung dengan tempo yang sangat cepat, dinamis disertai taktik dan teknik yang spektakuler (sangat menarik) dari para pemain dan juga bolanya dan kemudian diakhiri dengan gerakan menembak yang di lakukan dengan cepat, keras dan tepat.selain itu patut diperhatikan pula keberanian dan ketangkasan penjaga gawang dalam usahanya menjaga gawangnya. Hasil penelitian dari pelatih-pelatih nasional di Negara-negara maju menunjukkan serta membuktikan bahwa permainan bola tangan merupakan permainan beregu yang kedua tercepat di dunia setelah hoki es.

Kejuaraan dunia pertama dari permainan bola tangan 7 pemain (I.H.F indoor handball) diselenggarakan pada tahun 1954. Regu Swedia berhasil keluar sebagai pemenang. Tiga tahun kemudian kejuaraan dunia untuk putri yang pertama kali diselenggarakan dan regu Chekoslowakia (kini Rep. Ceko) berhasil menjadi juara. Pada olimpiade Munchen (Jerman) 1972 permainan bola tangan dimasukkan kembali dalam acara pertandingan setelah vakum sejak olimpiade Berlin (Jerman) 1936 dan olimpiade Helsinki (Finlandia) 1952. Dimana pada olimpiade Munchen tersebut regu Yugoslavia berhasil memenangkan medali emas.

Kemudian status permainan bola tangan disamakan seperti cabang olahraga popular lainnya di dunia. Hal ini terjadi pada waktu diselenggrakannya olimpiade Montreal (Kanada) 1976. Didalam olimpiade tersebut diselenggarakan secara bersama kejuaraaan untuk putra dan putri. Dalam kesempatan itu regu Uni Sovyet berhasil meraih medali emas baik regu putra maupun regu putri. Dan sejak  saat itu permainan bola tangan sudah rutin menghiasi acara disetiap pelaksanaan olimpiade sampai sekarang dan sudah mulai dikenal ditengah masyarakat.

Semoga Bermanfaat

0 komentar:

Posting Komentar